Catatan Hati Seorang Muslimah

Catatan hati seseorang muslimah

Assalammualaikum ukhti bisakah kau menjelaskan kenapa kau memakai hijab ?

Berikut adalalah alasan kenapa wanita memutuskan untuk memakai hijab , disini kita akan berbagi pengalaman  untuk semua wanita muslimah kaun hawa.

Ketika wanita memutuskan untuk berhijab, ada banyak sekali rintangan dan cobaan yang sering kamu rasahkan.Entah dari segi pekerjaan, orang sekantor atau bahkan teman terdekat , bisa menjadi rintangan tersendiri yang mampu menggoyahkan keyakinan kamu. Apakah kamu pernah mengalami  beberapa hal seperti contoh sebagai berikut :

1.Hari pertama berhijab;

kamu bakal merasakan kesejukan, tentram, dan juga energi positif
dihari pertama berhijab,kamu akan merasakan nikmatnya kesejukan.Kesejukan yang kamu peroleh ini akan mampu meyakinkanmu untuk berhijab lagi esok hari. Yang pasti, dihari pertama kamu memakai hijab, kamu akan mendapat beragam pujian, terutama dari orang orang terdekatmu.Bahkan ada yang sampai pangling melihat karena penampilanmu yang berbeda dari sebelumnya.


2.Setelah seminggu berhijab,mulai banyak orang yang mengetahui bahwa kamu memutuskan berhijab

setelah kurang lebih seminggu kamu berhijab,biasanya disini mulai terjadi pro dan kontrak dari orang yang melihat mu.Mulai dari “ada angina apa loh berhijab “? Kesambet setan mana sampai kerudungan gini ?”, “cie tobat ya sekarang?” atau bahkan terburuknya diledek dengan sebutan sok soan lu “ .Dan beragam dengan komentar – komentar lainnya yang menyayat hati. Meskipun demikian, kita sebagai muslimah sejati kuat hati dan kuat iman dengan berbagai komentar tersebut.

3.Satu bulan berjalan ;kamu mulai merasa stok hijabmu yang mulai monoton

Hijab yang itu- itu aja dan lagi – lagi itu, atau nggak ada warna yang match sama pakaian yang kamu kenakan, di situ kamu mulai kepikiran untuk menambah stok hijab. Kamu akan mulai bertanya ke temen – temen, kelilingin pusat grosir, buka online shop agar stok hijab kamu tercukupi. Selain untuk mencukupi stok, kamu akan mulai tertarik dengan beragam model hijab yang ditawarkan.

4.Memasuki bulan ketiga berhijab mulai bermunculan beragam hal yang mampu menggoyahkan keyakinanmu untuk berhijab

Banyak dari kita yang bekerja yang dari tempat yang tidak memperbolehkan untuk berhijab, seperti spg , karyawan resto atau kantor yang tidak memberlakukan hijab diarea dikantornya . Hal tersebut akan menjadi ujian bagi kamu yang memutuskan untuk berhijab . Misalnya ketika berangkat kerja dari rumah dengan polesan make up, dan jilbab yang telah tepentul dengan rapi , tapi ketika sampai dikantor atau tempat kerja , dengan begitu saja jilbab dilepaskan. Di situ, kamu biasanya mengalami kebingungan antara memilih hijab atau pekerjaann yang kamu jalani.


5. Akhirnya setelah beragam rintangan yang sudah kamu lalui beberapa bulan yang lalu. Akan menjadikan kamu yakin atas jalan yang kamu pilih.

Setelah berbagai rintangan , beragam pujian, cacian, ucapan selamat atau bahkan hinaan  selama kamu berhijab, akan mampu menjadikan kamu wanita yang yakin atas jalan yang telah kamu pilih, yaitu berhijrah dan berada tetap dijalannya.Hijab yang kamu kenakan kan akan membantu menjaga atas segalah perbuatan yang kamu lakukan . Semisal contohnya ketika kamu sehabis pulang kuliah, kerja,atau les bahsa asing bersama teman – temanmu, lalu mereka mengajakmu untuk datang ketempat nongkrong yang menyuguhkan minuman mengandung alkohol. Tapi karena kamu mengingat akan hijab yang kamu kenakan , maka kamu akan teringat akan hal itu atau dengan kata lain, kamu akan menghormati hijab yang kamu kenakan. Tak hanya itu, teman – temanmu juga akan lebih menghargai atas jawaban yang kamu lontarkan.
  Semua yang sedang kita jalani memang butuh proses. Termasuk keyakinan atas hijab yang kamu kenakan demi menjalankan ketentuan islam.Selama kamu yakin atas pilihanmu, insya allah hijabmu senantiasa membantu menjaga segala pandanganmu, dan menjaga hal yang seharusnya tidak kamu lakukann.

                                                                                                               

2 komentar