Fikih Ramadhan MPQ


Muslimah pencinta Al-Qur'an
بسم الله الرحمن الرحيم
Pada kesempatan malam ini kita masih diberi izin untuk berbagi ilmu, teman - teman ada yang tahu gak MPQ itu apa? 
MPQ adalah : Muslimah Pencinta Al-Qur'an 
Wah masyaallah nah didalam komunitas ini isinya sudah tentu muslimah semua ya, dan banyak sekali yang berbeda status ada yang sudah menikah ada yang masih SMA ada juga yang Mahasiswa. 



Komunitas ini cuma ada di kota Bengkulu enggak tahu ya kalau di kota lain hmmmmm. Magrib ini dengan jadwal yang telah ditentukan Komunitas MPQ ( Muslimah Pencinta Al-Qur'an) Gelar Seminar online dengan Tema:




*Situasi LOCK-DOWN, Ramadhan UNLOCK "Upgrade Pengetahuan Fiqih Puasa Ramadhan dan kesiapan Diri Pra Proses dan Pasca Ramadhan.




Dan tentunya kita juga akan ditemani oleh 2 pemateri yang sangat luar biasa, yang sudah tidak sabar untuk menyampaikan materinya 

-Pemateri 1 :
Utami Yuli Riani, MP.d
-Pemateri 2 :
Yuli Susanti, S.H.
Untuk lebih dekat boleh Baca cv pemateri ya.
Pemateri ke 1 

Dan tidak lupa juga ditemani bersama moderator yang soleha "Rani Handayani" salah-satu Divisi Media dan Publikasi Komunitas MPQ Bengkulu. Yuk simak materinya buat yang tidak ikut seminar, lumayan untuk siraman rohani, semoga ilmunya bermanfaat.


Baik simak dengan seksama pemateri pertama Utami Yuli Riani


Lanjut pemateri kk utami yuni dari jogjakarta
Belajar terkait fiqih ramadhan dan yang pertama sharat sah Puasa ramadhan itu ada 4.


1.Islam 
Puasa ramadhan itu wajib bagi umat islam, bagi yang beragama islam maka diwajibkan atasnya berpuasa


2. Berakal 

Lalu bagaimana, ketika anak kecil yang umurnya  dibawah 5 tahun? Apakah sudah diwajibkan atasnya berpuasa? Belum, karena anak kecil belum bisa membedakan mana yang benar mana yang salah maka salah satu sarat sah Puasa berakal atau tidak gila.


3. Suci 

Suci dari haid maupun nifas dalam keadaan suci tidak sedang haid, nifas, maka diwajibkan atasnya berpuasa

4. Mengetahui Waktu yang Diperbolehkan untuk berpuasa
Karena ada beberapa waktu yang haram baginya untuk berpuasa. Tetapi untuk puasa ramadhan karena ini bukan waktu yang haram atau yang tidak diperbolehkan maka wajib untuk berpuasa di bulan Ramadhan ini.
Selanjutnya kita membahas terkait 


*"Syarat wajib Puasa Ramadhan"*

1.Islam
2. Taklik (sudah dibebankan untuk berpuasa) 
3. Mukallaf ( sudah di haruskan untuk berpuasa)
4. Sehat ( sehat rohani, jiwa, wajib berpuasa kecuali yang sakit, gila)
5. Tidak sedang dalam berpergian

*Rukun Puasa*


(Bagian-bagian yang pokok dalam suatu ibadah) 

Jadi, bagian ini wajib dikerjakan yang telah ditentukan, maka suatu ibadah yang telah memenuhi syarat dan rukunnya dinamakan sah atau shohi (betul) atau sebaliknya jika ibadah yang tida memenuhi syarat atau rukunnya maka suatu ibadah itu disebut bhatil (batal) tidak sah.

*Rukun Puasa Ramadhan*



1. Niat puasa 
2. Menahan diri dari berbagai pembatal puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari
Letak niat puasa terdapat didalam hati, puasa tidaklah sah kecuali dengan niat letaknya adalah dihati dan tidak di syarahkan atau dilafazkan.


Hukuman bagi orang yang membatalkan puasa satu hari dibulan suci Ramadhan dengan sebab bersetubuh adalah: diwajibkan baginya untuk mengqodoh puasanya, wajib pula membayar kafarot, disertai harus menahan diri dari makan dan minum sampai waktu berbuka pada 6 kondisi


1.Orang yang membatalkan puasa dengan sengaja ini, dia harus wajib mengqodoh puasa dilain hari selain bulan puasa.


2. Orang yang meninggalkan niat pada malam hari untuk puasa yang wajib, jadi ketika malam hari orang tersebut lupa atau meninggalkan niat dengan sengaja, maka diwajibkan mengqodoh puasanya.

3. Orang yang telah bersahur karena menyangkah masih malam, padahal fajar telah terbit (wajib mengqodoh puasa)

4. Orang yang berbuka puasa karena menduga matahari sudah terbenam (wajib mengqodoh puasa)

5. Orang yang meyakini bahwa hari tersebut akhir bulan syaban tanggal 30 padahal sudah tanggal 1 ramadhan, jadi ini terkait kasus awal Ramadhan, duluh pernah ada beda ada yang sudah puasa terlebih dahulu ada yang belum berpuasa ramadhan dikiranya masih tanggal 30 .
6. Orang yang sengaja minum air.
*Pembatal Puasa Ramadhan*

1. Murtad ( lisan maupun tindakan, haid, nifas, ) karena hukumnya haram ketika Kita nifas masih berpuasa
2. Melahirkan
3. Gila ( kehilangan akal, pingsan, mabuk yang disengaja)

*Hukum membatal puasa dan hukumannya*

1. Diwajibkan seperti wanita yang haid atau nifas dia batal ( hukumannya: wajib mengqodoh)

2.Diperbolehkan juga bagi orang yang sakit untuk membatalkan puasa jika membahayakan dirinya.

3. Jarak bepergian seperti halnya sudah diperbolehkan untuk mengqodoh shalat sama halnya dengan berpuasa.

4. Kategori yang tidak wajib berpuasa yaitu orang gila ( orang yang hilang akal)


5. Seseorang yang diharamkan berpuasa dibulan suci Ramadhan ( hukumnya haram ketika dia menunda puasa di hari lain  )  dianjurkan  membayar hutang puasa kita jauh sebelum bulan ramadhan. 


Terkait orang-orang yang membatalkan puasa diwajibkan membayar nya dengan 4 cara: ini berbeda-beda kategori

1. Orang yang diwajibkan mengqodoh dan  membayar Vidia, ada orang yang ketika dia membatalkan puasa dia diwajibkan mengqodoh dan membayar Vidia

1. Ibu hamil ( dia merasa membahayakan keadaan janinnya ) maka wanita ini tidak apa-apa

2. Orang yang menunda qodoh puasanya sampai bulan ramadhan tiba dan belum juga membayar hutang puasanya, maka dia dijatuhkannya atas membayar vidia.

Membayar Vidia ini memberi makan orang miskin satu hari , jadi tergantung hutang puasanya misalnya hutang puasanya 7 hari maka, dalam 7 hari ini  dia wajib membayar Vidia setiap hari. Dan kita membayar Vidia sesuai yang kita makan perhari untuk menu pokoknya.


3. Orang pingsan ( wajib mengqodoh tanpa membayar Vidia)

4. Diwajibkan membayar Vidia tanpa mengqodoh yaitu orang yang sangat tua, orang yang tidak lagi mampu untuk berpuasa, jadi tidak diwajibkan untuk mengqodoh puasanya jadi wajib membayar Vidia.

5. Yang tidak Diwajibkan mengqodoh dan tidak perlu membayar Vidia yaitu orang gila yang tidak dibuat- buat jadi, orang gila yang benar-benar gila dia tidak diwajibkan membayar Vidia dan mengqodoh puasa.

*Makan dan minum yang tidak membatalkan puasa*
1. Melakukannya dalam keadaan lupa ( benar-benar lupa dan ketika ingat jangan dilanjutkan)

2. Makan ( lupa kalau puasa)

3. Tidak mengetahui hukumnya ( ketika kita tidak mengetahui hukumnya puasa, maka tidak batal)

4. Di paksa minum ( dalam keadaan terpaksa)

5. Kemasukan dalam kerongga mulut, ( air liur kita sendiri, tidak apa-apa bukan air liur orang lain) jadi ini tidak batal
6. Ketika dalam perjalanan kita lupa memakai masker dan ketika ada debu yang masuk kedalam rongga mulut itu dimaafkan, tidak membatalkan puasa.

7. Kemasukan sesuatu dari ayakan tepung kedalam rongga mulut ketika kita sedang berpuasa, saat kita mencoba membuat roti tapi kita sedang berpuasa, maka tidak apa-apa.

8. Kemasukan lalat yang sedang terbang ke rongga mulut, ( tidak membatalkan puasa)

Berikut tadi adalah penjelasan terkait fikih-fikih ramadhan semoga kita semua dapat menjalankan ramadhan tahun ini dengan baik hikmah dan dengan penuh berkah dan semoga Allah SWT ridho dengan pertemuan kita malam ini
Alhamdulilah selanjutnya pemateri ke dua: 
Pemateri ke II 

Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim yang beriman. Sebagaimana perintah Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”


Nah, akan sangat rugi loh kalau kita enggak bikin straregi untuk melalui bulan penuh berkah ini. Persiapan Ramadhan Untuk Milenial yang bisa diimplementasikan dalam kesehariaan supaya ibadah puasanya semakin mantul. Check it out!

1. Sadar! Ini Udah Mau Ramadhan
Tips persiapan Ramadhan yang pertama, udah pada sadar belum sih kalau ini udah deket sama Ramadhan? Atau masih terjebak dengan euphoria Lebaran tahun kemarin? Haha. Banyak dari kita itu engga ngeh sama kedatangan bulan penuh rahmat ini. Bahkan, ada yang besok udah mau puasa pertama baru ngomong “Lah besok puasa?” Berarti persiapan Ramadhan-nya belum ada sama sekali. Aduh, jangan sampai kamu kayak gitu ya Sahabat.

2. Mengganti Puasa Tahun Lalu
Buat Sahabat milenial yang Ramadhan tahun kemarin sengaja minum air keran masjid di siang hari karena haus, jangan lupa puasanya diganti ya. Buat kamu yang sakit ataupun ada halangan lain yang menyebabkan tidak berpuasa, yuk dibayar dulu utang puasanya. Semoga Ramadhan tahun ini enggak ada yang batal lagi ya.

3. Perbanyak Istighfar
Ini nih, kadang kita selalu merasa berat dan mengeluh saat menyambut Ramadhan dengan ngomong “Yah, udah mau puasa lagi aja”. Coba istighfar yang banyak deh, biar dosa-dosanya berguguran dan hatinya mulai lunak. Agar persiapan Ramadhannya mantap dan makin semangat dalam beramal.

4. Latihan Puasa
Karena sebentar lagi puasa, buat Sahabat yang khawatir tidak kuat menghadapi godaan boba, kopi kekinian, dan ayam geprek saat Ramadhan, bisa mulai dilatih dulu nih dengan merutinkan puasa-puasa sunnah. Dimulai dengan puasaSenin-Kamis, kalau udah terbiasa bisa dilanjutkan dengan puasa Daud. Hal ini untuk membiasakan diri kita saat memasuki ibadah puasa selama 30 hari nanti.

5. Perbanyak Baca Al-Quran

Ini sih penting banget untuk persiapan Ramadhan, terutama untuk milenial yang waktu baca al-qurannya lebih sedikit daripada waktu main game. Harus latihan tadarus Al-Quran sesering mungkin. Ada orang yang gamau tadarusan banyak saat sedang puasa karena takut haus atau tenggorokan kering.
Aduuh rugi banget
Padahal, baca Al-Quran di bulan ramadhan pahalanya bgtu besar,, masyaallah

6. Kenali Lawan Terberatmu.
Ramadhan untuk milenial yang selanjutnya adalah, kenali lawan terberatmu. Musuh terbesar kita itu adalah kebiasaan buruk dan tidak bermanfaat di luar Ramadhan. Kalau ada yang dari pagi sampai pagi lagi kerjaannya adalah marathon nonton drama korea, coba mulai dikurangin deh.diganti dengan perbnyak menonton kajian dan kajian online lainnya meski situasi skrg lockdown mash bisa ikut kajian online kan yaa 

7. Bersihkan Fitur Explore/Jelajah Instagram
“Ih, kok explore IG ku isinya kaya gini sih?!”, hayo siapa yang pernah kaget karena tiba-tiba melihat hal-hal yang tidak ingin ditemukan pada fitur jelajah instagramnya? Hal ini bisa saja terjadi karena algoritma pada Instagram mendeteksi postingan-postingan seperti apa yang menarik perhatian kita. Algoritma tersebut berdasarkan pada seberapa lama kita melihat sebuah postingan dan seberapa sering berinteraksi dengan sebuah topik yangditemukan di Instagram.
Nah, saat IG mengetahui bahawa kita sering melihat dan menyukai sebuah postingan, fitur jelajah kita akan mulai dipenuhi oleh postingan-postingan serupa. Untuk persiapan ramadhan yang lebih baik, mulailah melihat dan menyukai postingan bermanfaat di Instagram

8. Bikin List Prioritas Saat Ramadhan.. 
Memiliki jurnal ramdhan dengan mengisi setiap catatan apa saja yg telah kita lakukan bisa menambh semangat beribadah,, dengan bgtu memiliki jadwal ramdhan dengan baik,, 

9. Sisihkan Uang untuk Berinfak
Tips persiapan ramadhan berikutnya, kamu bisa cari botol air mineral bekas, atau kalau bisa beli celangan ayam terus kasih merek “Tabungan Buat Infak Ramadhan”. Setiap ada uang yang berlebih, bisa dimasukin ke celengannya.Nah, kalau kamu bisa bagi uang antara untuk jajan dan sekedah secara langsung jadi lebih baik. Untuk milenial kayanya akan bermanfaat banget deh. Jadi saat Ramadhan datang, tinggal diinfakin aja.

10. Banyakin Ibadah Sunnah
Kerjakan shalat sunnah sebelum dan setelah shalat wajib, berdzikir, tadarus dan bersedekah. Banyak kok ibadah-ibadah sunnah yang bisa dilakukan.
ingat ya, ibadah sunnah ketika Ramadhan itu nilainya akan sangat besar masyaallah.

Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan,
“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen."
Sebagian ulama yang lain mengatakan.

“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut.”

Jangan Lupa, Perbarui Taubat!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”(Hasan. HR. Tirmidzi: 2499.)
Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,
“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).
Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.

Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.

Kita hanya bisa memanjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat yang tak terhingga ini. Allah Yang Maha Memberi Nikmat telah memberikan kesempatan untuk merasakan sejuknya beribadah puasa. Sungguh suatu kebanggaan, kita bisa melaksanakan ibadah yang mulia ini. 

Janji yang pasti diperoleh oleh orang yang berpuasa jika dia menjalankan puasa dengan dasar iman kepada Allah dan mengharapkan ganjarannya telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut,
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Berikut pertanyaan dan jawaban dari peserta dan pemateri : 

1. Bismillahirrahmanirrahim. 
Nama :Mifta Huljana
Asal daerah: empat lawang
Asal kampus : IAIN bengkulu
Pertanyaan :

Terkait tentang wajib mengqadah puasa bagi yang berpuasa di tanggal 30 sya'ban, kan beberapa tahun belakang an trjadi perbedaan pendapat dalam menentukan satu ramadhan dan Satu syawal , bagaimana Hukum nya  mbak bagi kita yang awam mengenai tntang hal itu? Kita tidak tau mana yang benar yang harus diikuti?

Pemateri: Bismillah.. 
Jika kita tidak atau belum memahami suatu hukum maka insyaallah itu termaafkan, karna kita sendiri belum memiliki ilmu untuk menentukan awal puasa. Maka tak apa jika mengikuti yang lebih berilmu.. 

Karna untuk menentukan awal ramadhan sudah ada pakarnya sendiri dalam hal ini 

2. Nama : Cindy Faleka Claudia
Asal : kepahiang
Pertanyaan : Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh , Jadi gini, saya pernah melihat ada seseorang yg berpuasa dan pada saat ituu ia sedang memasak suatu makanan , ia hendak mencicipi rasa nya , apakah sudah pas atau belum dengan cara menjilat sedikit makanan dan langsung ia ludahkan, lalu saya bertanya apakah puasa nya tidak batal, dan ia menjawab tidak , karena ia tidak menelan makanan tersebut. bagaimana ukh , apakah benar ? terimakasih , wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pemateri: Wa'alaikumsalam warohnlmatullaah.. 

Benar, jika mencicipi makanan tanpa menelannya insyaallah diperbolehkan. Dalam artian mencicipi disini hanya sedikit yg dicicipi ya tidak sepiring atau semangkuk 

Stelah meludahkannya kembali maka baiknya berkumur agar tidak ada rasa yg tertinggal.. 

Semoga menjawab
Wallahu 'alam bishowab 

3. Assalammualaikum izin bertanya
Nama : Suryani
Asal : Bengkulu
Pertanyaan: Bagaimana kita mengatasi kebijakan pemerintah untuk shalat tarawih di rumah saja? Sedangkan kita sama-sama tw skrg sedang dilanda virus Corona

Pemateri: Wa'alaikumsalam warohmatullahi wa barakatuh.. 


Kebijakan pemerintah dibuat, insyaallah untuk melindungi masyarakatnya 

Maka baiknya mengikuti kebijakan tersebut untuk antisipasi dan tetap shalat tarawih dirumah bersama keluarga untuk tetap menghidupkan malam malam ramadhan 


Jadi, jika dirasa disuatu daerah tersebut sudah disebut zona merah, maka baiknya memang sholat dirumah. Jika masih aman maka silahkan sholat dimasjid jika diselenggrakan sholat tarawih.. 


Semoga menjawab 
Wallahu' alam bishowab..

4.Nama* :Abelia Erja Sari
*Asal* : IAIN Bengkulu
*Pertanyaan* :Mbak misal ada remaja yang dulunya (maaf) nakal dan tidak puasa, dan alhamdulillah Sekarang mendapatkan hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk pembayaran hutang puasa di hari berikutnya dia tidak ada kemampuan karena sudah begitu banyak meninggalkan puasa, apakah bisa ditutupi dengan banyak bersedekah atau membayar fidyah saja?

Pemateri: Bismillah ada ulama terbagi dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat selain meng qadha puasa, orang yang berhutang puasa juga harus membayar fidyah dengan cara memberi makan seorang miskin.
"Ini pendapat dari kalangan mahzab Maliki, Syafi'i, juga Hambali. Orang yang meninggalkan puasa ini ditambah fidyah. Mayoritas ulama berpendapat menggabungkan keduanya (qadha puasa dan bayar fidyah) selain itu juga ada pendapat berbeda dari abu hanifah Menurut Abu Hanifah kalau Anda ingin mengqadha, maka Anda meng qadha, tidak harus menambahkan dengan fidyah. Sekalipun qadha yang diutamakan, bukan fidyah-nya, ini kembali lgi ke individu masing2 mengikuti yng mana,,  krna pada dasarnya agama islam memberikan kemudahan dalam ibdah dan juga ketegasan dalam beribadah.

5.Nama: Ety Rismayanti
Alamat Jln pematang kemat, betungan kota Bengkulu
Pertanyaan: untuk masalah Sahur,. Jika sepasang suami istri berjima' di malam hari, namun saat sahur waktu tinggal sedikit untuk menyiapkan makan sahur,. Apakah harus mandi wajib dulu atau makan sahur mandi wajib nya  pas mau sholat subuh? 

Pemateri: Wa'alaikumussalam warhmatullahi wabarakatuh ukh ety bismillah pada dasarnya orang junub dilarang untuk beribadah seblum ia bersuci dan membersihkan diri dan apabila terpaksa tidak sempat mandi janabah, misalkan karena waktu mepet, maka sebaiknya terlebih dahulu membasuh kemaluan dan berwudhu sebelum santap sahur. 

Sebab, melakukan aktivitas makan dan minum bagi orang junub adalah makruh sebelum ia berwudhu dan membasuh kemaluannya. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan “Dimakruhkan bagi junub, makan, minum, tidur dan bersetubuh sebelum membasuh kemaluan dan berwudhu. Karena ada hadits shahih yang memerintahkan hal demikian dalam permasalahan bersetubuh.

Akan tetapi jika memungkin waktu masih sempat mandi di anjurkan untuk mandi wajib terlebih dahulu baru sahur.
Benaar, terkait waktu yang mepet, dalam pertanyaan inikan blum dijelaskan brpa mnit mepetnya ya heheh.. 

Jadi untuk antisipasi bisa sahur terlebih dahulu baru mandi, atau sebaliknya tidak apa.. 

Jika mepet, bisa sampai mendengar adzan subuh seperti halnya hadist rasulullah: 

_"makan dan minumlah hingga ibnu ummu maktum mengumandangkan adzan, sesungguhnya ia tidak menyeru hingga terbit fajar"_ (mutafaqun 'alaih)

6. Nama :Yayu Aminah
Asal:Lampung Tengah
Pertanyaan: 
Mengenai hal yang diharuskan seseorang mengqodho puasa salah satunya memasukan air ke hidung lalu bagaimana ketika kita sedang beristinsya' saat wudhu.

Pemateri: Wa'alaikumsalam warohmatullah.. 

Yang dimaksud memasukkan air kehidup sehingga ia diwajibkan mengqodho jika air yg dimasukkan kedalam hidung masuk ke tenggorokan atau tertelan melalu hidung.. 

Jika istinsyaq air yg dimasukkan akan dikeluarkan kembali, maka tidak termasuk kdalam kategori yg dimaksudkan.. 

7. *Nama :* Fasha Marhayati 
*Asal :*Bengkulu Selatan 
*Pertanyaan :* bagaimana hukum untuk orang2 islam yg berpuasa tetapi ia menjual makanan krpada non-Muslim/ yg tidak puasa?  Karena saya banyak sekali menemui kasus yg seperti ini.  Dan benar nggak sih kalau jin/setan itu di kurung di neraka saat bulan ramadhan? Sedangkan saat bulan ramadhan banyak yg melakukan maksiat? 

Pemateri: Wa'alaikumsalam warohmatullah.. 

Terkait menjual makanan kepada non muslim/yang tidak puasa ini kembali ke hukum jual beli, jika akadnya sama sama ridho maka tidak mengapa.. 


Terkait jin/setan dikurung saat ramadhan dan masih banyak yang melakukan maksiat, ini karna perbuatan maksiat bisa dari golongan jin dan manusia. Maka kembali lagi ke manusia untuk tetap menjaga keimanan nya dengan ketaqwaan, sehingga terhindar dari perbuatan maksiat.


Semoga tulisan ini  bermanfaat terimakasih sudah membaca.




3 komentar

  1. Ma syaa Allah sgt brmanfaat ukh, mmbri ksmptan untuk mereka yg ska mmbca n mncri ilmu psti ya. Trus tebar kbaikn😍🌹

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah semoga bisa beribadah secara maksimal bulan puasa ini. Saya mau buat list target dulu nih. Biar berasa maksimal nantinya..meski ini tiap tahun tapi kita gak punya kekuatan yang sama. Jd harus punya target.

    BalasHapus
  3. Wah paket lengkap nih bisa jadi referensi banget nih kak

    BalasHapus

Reti suryani

Reti suryani
Muslimah untuk Indonesia