Betapa Terpuruknya Aku Waktu Itu

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Pergi
(Karya:Reti Suryani)

Betapa sulitnya aku waktu itu hidup 
Seakan mencekam ku 
Hidup seakan membunuhku 
Akau bagaikan terpenjara lama dan tidak bisa berbuat apa-apa

Kepergian dirimu sempurna menyatuhkan aku dengan keimanan menguatkan aku 
Dengan hati yang begitu rapuh sebelumnya
Kepergian dirimu sedikit menghancurkan
Karirku menghancurkan nama baikku 

Hikkks aku menangis merasakan ini tidak mungkin terjadi itulah yang ada didal benakku saat itu namun kau membenarkan nya dengan membawakan
Sejuta harapan palsu bercampur kenangan 
Indah yang kusebut hanya tinggal kenangan

Ruang itu tak lagi kurasakan ruang dimana aku menunggu mu untuk melihat ketulusan ku untuk mu 
Tapi semuanya seakan tertutup rapat 
Kau hanya memandang nya dengan kekosongan berharap tidak ada aku Disana

Hatiku sangat hancur mengetahui hal itu 
Semua telah dipersiapkan dengan baik
Agar kau bisa melihat ketulusan hatiku 
Tapi hatimu sudah tertutup rapat 
Dan aku bukan pilihan hatimu 

Tangisan ku pecah setiap mengingat hal yang pernah terjadi di masa lalu 
Kau pernah hadir dengan suara yang lembut dan sopan dengan sejuta perhatian

Tapi aku hanya menyebutkan hari bersamamu itu adalah pelajaran yang paling sempurna untuk masa depan ku 
Untuk itu aku merenungi makna dari pertemuan hari kemarin bahwa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik

Tapi tetap saja karma berlaku semestinya
Terimakasih tuhan telah mempertemukan aku dengan nya.

#menulisharikeduapuluhdua
#blogermuslimah
#bloghimapaiumb
#tantanganmenulissetiaphari
#muslimahuntukbangsaindonesia
#salamliterasi



1 komentar

Reti suryani

Reti suryani
Muslimah untuk Indonesia