Puisi hujan



Rintik Waktu Itu
Hujan di lampu merah


Bergemuruh iya itu suaranya
Hadirnya ditunggu para petani
Hadirmu membawah Rahmat
Hadirmu membawah ingatan

Yang telah lama hilang entah
Dibumi mana ia berada
Setitik hadirnya menghadirkan semuanya
Bahagia petani luka nya mantan
Ingatan yang belum move on

Hujan terimakasih karena sudah membawaku pergi tanpa bergerak
Tanpa berencana
Hujan andaikan waktu bisaku ulang
Aku ingin mengatakan jangan pergi

Hadirmu membawa sejuta kenangan indah
Yang mungkin tidak akan terngiang
Jika bukan karena dirimu
Terkadang kau harus memberiku

Sedikit tantangan membuat ku menjadi
Lebih menikmati hari itu dengan rintikan hujan deras yang mengguyur kota waktu itu

Disudut kota itu aku merenungi yang telah
Berlalu meninggalkan keadaan ku
Ditemani rintik hujan bagaikan alunan nada seperti instrumen yang sering
Ku dengar kan

Hujan mengajarkan ku untuk
memaafkan Hari - hari yang telah berlalu
Hari yang semestinya hanyut Karen arus
Arus itu menjadi pusaran di mata air yang genang

Namun terkadang hujan
penuhi tanda tanya besar yang harus
Dipecahkan datang dengan langit yang mendung
Pergi dengan langit yang cerah

Terpikir olehku untuk selalu berusaha
Sedang apa dikau kenapa datang
Dengan wajah yang gelap lalu, pergi dengan raut wajah yang sangat bahagia

Hujan hadirkan sejuta kenangan rindu
Untuknya


#menulisharikedelapan
#blogermuslimah
#bloghimapaiumb
#tantanganmenulissetiaphari
#www.retisuryani.com
#silvia.blogspot.com
satuusembilan.blogspot.com
#diraandrayani.blogspot.com
@ummiqulsum
@selvia_fajar
@weriantika
@dira



4 komentar

  1. Hujan membawa berkah untuk semua makhluk ya mbak

    BalasHapus
  2. Masya allah .. puisi yang begitu menyentuh mengingatkan dimasa lalu๐Ÿ˜‚ dengan sejuta kenangan .

    BalasHapus

Reti suryani