Mempermalukan Diri Sendiri

Ekspresi 
Ada banyak hal yang bisa menjatuhkan diri sendiri dan salah satunya kurangnya minat untuk membaca kurangnya minat untuk sabar menunggu. Hal seperti ini begitu lumrah dikalangan umum khususnya di dunia medsos, ets dunia medsos juga perlu diteliti, ditelusuri, di pahami. 

Apalagi mengomentari sebelum membaca? Iya kan, banyak sekali hal yang memalukan diri sendiri, tidak ikuti peraturan, prosedur. Pagi ini ceritanya kita sedang menjalani program menulis serempak blogger Mahasiswa Se-Indonesia wahh keren ya menarik sekali, salah satu anggota diwajibkan untuk mempromosikan tulisan di Watsapp ataupun media-media lainnya.

Dan hari ini kk mizan menyebabkan tulisan karyanya melalui beberapa grup di hp miliknya. Hasilnya menjelang 15 menit kemudian ada yang menghubungi kk mizan dengan nomor baru melalui Watsapp, kk mizan sempat kaget karena dia langsung mengirimkan pesan suara, kebayangkan baru kenal langsung ngirim vn waduhhh malu banget rasanya, setelah mengetahui pemilik wa tersebut bukan tepat pada sasarannya. 

Untung saja kk mizan tidak berlarut-larut melayaninya di Watsapp jika tidak kita tidak akan pernah tahu berapa lebaynya manusia itu sempat geli dengar ya, jelas "kk mizan" karena hari ini kk mizan menceritokan tentang saya di blognya, niat orang tadi ingin menghubungi saya tapi kebetulan salah sasaran hahahaha.

Itulah kejadian pagi ini salah sasaran dan mempermalukan diri sendiri, makanya atuh dibaca duluh artikel nya jangan langsung terburu-buru menghubungi nya. Mungkin pengaruh lihat potonya yang cantik dan juga menarik kali ya, duhhh jadi malu ni, terkadang cowok memang tidak bisa melihat yang bening-bening dikit. 

Berwibawah sedikit donk biar ternilai, upayakan membaca terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh lagi, nah buat kalian semua terimakasih sudah sejauh ini membaca artikel saya dalam Literasi.

2 komentar

  1. Wkwkwkk...Siap kak❗
    Ketika mendengar rekaman suaranya begitu geli saya.šŸ¤£
    Mantul tulisannya kak

    BalasHapus

Reti suryani

Reti suryani
Muslimah untuk Indonesia