Miskin Akhlak

Siang buat kalian yg sedang membaca artikel ini, terimakasih untuk selalu mengunjungi blog ini. 

Kapan terakhir kali kalian mendapatkan hidayah? Apa tidak pernah mendapatkannya sama sekali? Singkat cerita ada yang menangis karena hidayah ada juga yang hidupnya biasa-biasa saja meski ia belum temukan apa itu hidayah, bahkan dia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan hidayah?.

Biasanya, ketika seseorang mengalami kehancuran dalam hidupnya, bisnis yang dibangun menjadi bangkrut, mendaftar sekolah tidak lulus, tidak ada pekerjaan, hidup tidak berubah-ubah sudah bertahun-tahun lamanya, keinginan juga belum dikabulkan, kesedihan, kekecewaan, putus asa datang menghampiri hampir setiap hari, ada juga yang terkena penyakit dan tidak sembuh-sembuh walaupun sudah berobat kemana-mana.

Posisi seperti ini ada dua jenis manusia yang dikategorikan hamba
1. Menangis lalu berdoa dan selesaikan
2. Selesaikan tanpa bertaubat dan doa

Kalian bisa menyesuaikan hidup kalian dinomor berapa saat ini, hiks air mata kembali menetes atas semua dosa yang dilakukan, atas semua tingkah laku yang tidak sesuai di mata agama. Ada yang menangis bercerita panjang lebar dengan sahabatnya, namun ada juga yang menangis bercerita panjang lebar melewati doa. Memohon ampunan atas semua kesalahan yang di perbuat.

Bercerita bersama teman, kerabat, keluarga, bahkan orang yang benar-benar kita sayang memang terkadang melegahkan hati yang sedang hancur, meleleh ini, tapi ingat mereka hanya manusia biasa yang sewaktu-waktu akan sedih, kecewa, bahkan marah, akan kah? Aib kita bisa ia tutupi, tidak ada yang berani menjamin tentang itu, kecuali Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, sebaik-baik nasehat adalah kematian.

Kapan lagi akan shalat? Kapan lagi akan meninggalkan maksiat, kapan lagi akan berhenti menjadi orang jahat, kapan lagi akan berhenti menyakiti, kapan lagi akan berhenti untuk tidak menghina, menzolimi, merendahkan, meremehkan orang lain, kapan lagi untuk berhenti berbohong?

Semua jawaban itu ada didalam benak kalian semua, mengertilah akan ada suatu masa semua orang terdekat menjauhi dirimu, disitulah bentuk kuatnya hidup untuk melaluinya meski tidak bersama mereka kau sudah terbiasa menjalaninya.

Sekarang pertanyaannya? Kapan terakhir kali kalian melaksanakan shalat taubat? 
Kapan terakhir kali melakukan shalat subuh? Serahkan semuanya kepada Allah SWT dia yang maha mengetahui apa yang membuat mu bahagia dan jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan. 

Aku, jika bisa memilih aku hanya ingin menjadi gadis kecil yang culun yang tidak mengenal dunia, tapi semua itu tidak bisa kita sesali kau telah melewati itu semua dengan jerih payah, lakukan saja yang membuat mu bahagia dengan memilih hidup untuk tidak bergantung dengan orang lain, jadilah mandiri dengan menjadi wanita yang cerdas dan soleha, kau bisa melakukan itu untuk dirimu dan masa depan yang baik. 

Biarkan saja mereka menghinamu, meremehkanmu, merendahkan dirimu, tetaplah jadi wanita cerdas yang soleha dan juga berakhlak. Karena kehidupan dunia ini hanya sementara semua ini adalah titipan, jika hatimu hancur karena dunia itu tanda kau terlalu jauh dengannya.

Terimakasih sudah membaca sampai akhir tulisan ini sekali lagi jangan merendahkan hidup seseorang walaupun ia keterbatasan fisik, harta, kecerdasan, ataupun ia miskin akhlak, karena tidak ada yang tahu kedepannya akan menjadi seperti apa.
.
.
.

Kok bisa judul blognya gak nyambung banget sama isinya? Sengaja, karena anak mudah malas membaca jadi dikasih judul yang menarik supaya kalian bisa membuka artikel ini dan membaca sampai habis eh, semoga yang baca ini mendapatkan hidayah ya, aaminn allahumma aamiin.

Tidak ada komentar

Reti suryani

Reti suryani
Muslimah untuk Indonesia