Powered By Blogger

Antara menyerah dan menyerap

Apa kabar Perjuangan?
Cantik mu tidak berguna jika kamu tidak Cerdas.

Sedih itu ketika belajar sampai teman-teman sudah lama terlelap dalam tidurnya lalu ketika mereka terbangun kembali mataku masih menatap buku dihalaman yang sama, dan belum berpindah halaman tanpa di sadari
Aku sudah di ujung kehampaan.

Menjadi hampa seakan-akan tak dapat apa-apa air mata mengalir deras. Melihat hasil yang sangat tidak memuaskan seolah-olah dipermainkan oleh waktu. Menghabiskan waktu yang tak berarti ucapku dalam hati.
 
Tidak bisa di ucapkan bagaimana kecewanya  jangan kan mereka yang berkomentar aku sebagai pemeran utama yang melakukan, yang merasakan duka, luka,lelah,letih, perjuangan ini. Tapi seketika mereka berbicara seolah mereka berada di posisi ku.

Sakit? Memang karena semua dari pada nya hanya menginginkan hasil  tidak melihat perjuangan bagaimana kita ingin menyerah tapi tetap bertahan walaupun berusaha dan  sudah tahu hasilnya seperti apa.

Pada akhirnya yang menyerah adalah pecundang yang berkelas selalu ini yang memotivasi diri, bagaimana harus bangkit saat semua terlihat tidak mungkin, saat semuanya terlihat tidak begitu peduli. 

Jangan meminta belas kasih dari orang lain hanya karena belum bisa berhasil, belum mendapatkan hasil yang memuaskan, please jangan menyerah ya kamu kuat kok, anggota tubuh masih utuh, mata masi bisa melihat, telinga masih bisa mendengar, semuanya masih sempurna. 

Menguatkan diri
Seberapa kuatnya aku ingin bertahan dari hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi hanya orang yang mengalami saja yang bisa merasakan. Setiap saat zikir meminta kepada Allah SWT "Tuhanku jika dosa ku menghambat Ilmu Pengetahuan ku maka sadarkan lah aku" biarkan kebodohan ini menghapus dosa ini. 

Berpikir Positif
Mungkin saat ini ketika aku lelah dalam mata pelajaran Allah SWT sedang menguji ku, mungkin dengan terus belajar Allah SWT sedang mencintai ku, memberitahuku pahit manisnya berilmu, mungkin dengan mengambil hafalanku tuhan sedang menguji kesabaran ku untuk terus mereview pelajaran.

Sabar
Dari hal yang tidan bisa dikendalikan, sabar dari omongan yang tidak dapat kita cegah, sabar dari hal yang benar-benar menyakitkan seperti di fitnah, di seuzon sama teman sendiri maupun teman terdekat. Sabar jika belum mengerti pelajaran mungkin dengan sabar Allah SWT akan mudah kan dalam belajar.

Ikhlas
Walaupun belajar nya berulangkali tapi gak masuk-masuk ketika ujian tetap saja salah kita belajar setengah mati orang lain yang dapat nilai bagus. Ikhlas mungkin dengan ini Allah SWT mengajar kan ku untuk belajar ikhlas. 

kamu yang sedang merasakan diposisi seperti ini sabar ya, kamu tidak sendirian kok masih ada aku yang selalu berjuang hingga titik kesusksesan. Jangan jadi pecundang dengar bisikan tetangga sudah nyerah duluan, jangan cengeng, jangan menghabiskan masa muda dengan kehampaan tanpa berjuang. Hiduplah dengan menjadi pemberani sehingga apapun yang menghalang di depan mata kamu tidak menyerah dengan mengatakan kamu bisa bertahan dalam kondisi apapun. 


2 komentar

Reti suryani

Reti suryani
Muslimah untuk Indonesia